Minggu
kemarin Rio liburan ke Jogja. Hampir semua sudut kota telah dijelajahi.
Tak perlu disebutkan dimana aja tempat yang sudah dikunjungi, karena
pasti semua sudah pada hafal destinasi wisata di kota gudeg.
Sore hari Rio menginap dirumah Mbah Slamet sang juragan kos-kosan. Rumah
Mbah Slamet sekitar satu kilometer dengan salah satu kampus terkenal dikota
pelajar ini. Rio heran melihat glamornya gaya hidup para mahasisiwi
yang ngekos dirumah Mbah Slamet. Gadget terbaru, sepatu dan tas
bermerek, lipstik dan bedak yang lumayan berat buat kantong mahasisiwi.
Iseng-iseng Rio nanya dengan salah satu penghuni kos.
Rio: "Wah penampilan mbak oke banget ya, pasti kiriman ortu gede banget ya."
Mahasisiwi: "Ah enggak kok Mas e biasa aja kirimannya."
Rio : "Lha terus segala yang mbak pake uang dari mana ?"
Mahasisiwi: "Bisnis kecil-kecilan Mas...."
Rio : "Buka online shop ya? makelar tanah? atau mungkin ternak tuyul ?"
Mahasisiwi: "Enggak Mas, cuma jualan kroto."
Rio : "Masak sih. Gimana ceritanya?"
Mahasisiwi: "Tau kan Mas... kroto itu apa?"
Rio : "Makanan burung!!"
Mahasiswi: "Itulah bisnis saya..."
Rio : "Oooo makanan burung..."
Lalu tiba-tiba ada om om datang mengendarai sedan silver menjemput mahasisiwi tadi. Rio langsung nyeletuk,
"Wah krotone laku ya Mbak..... Hihihi..."
"Inggih Mas.. e , nambah-nambah uang jajan." jawabnya.
Itulah KISAH SUKSES Mahasiswi penjual kroto...
Saturday, 4 May 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment